Magickeepers #1 : The Eternal Hourglass

Magickeepers #1 : The Eternal Hourglass - Indonesia EditionBookmark and Share
Author : Erica Kirov

Rating : ♥♥♥♥

Official Site : Erica Kirov

Nicholai ‘Nick’ Rostov yang berusia 13 tahun adalah putra dari seorang pesulap yang tinggal di Hotel Pendragon di Las Vegas. Ayahnya adalah pesulap yang sangat buruk, dan ia sangat berharap jika saja ayahnya bisa seterkenal Damian yang tiket pertunjukannya selalu laris terjual.

Nick hanyalah anak biasa yang senang dengan kehidupan normalnya dan sudah tak sabar lagi menantikan liburan musim panasnya. Tidak ada sekolah, dan ia bisa bermain video game dan skateboard sepuasnya. Sayangnya liburan musim panasnya kali ini akan berbeda dari yang sudah-sudah.

Di hari ulang tahunnya yang ketiga belas, kakek Nick mengajaknya ke Toko Sulap dan Benda-benda Unik Madam Bogdonovich dan meminta Nick untuk mengatakan apa yang dilihatnya saat ia memandang ke dalam bola kristal.
Nick terbelalak saat melihat hal-hal yang menurut kakeknya adalah gambaran peristiwa masa lalu di zaman Firaun. Tentu saja, ini pastilah salah satu tipuan seperti trik sulap yang ia pelajari selama ini, pikirnya.

Tidak ada tipuan apa pun dalam bola kristal itu, itu murni kemampuan Nick sendiri, jelas kakeknya. Bahkan Damian sebenarnya bukan pesulap biasa, tapi seorang penyihir. Semua pertunjukan sulap yang dilakukan Damian itu nyata. Dan ibu Nick yang telah meninggal itu adalah seorang penyihir dan dari ibunyalah Nick mewarisi bakat itu. Nick berpikir kalau kakeknya mungkin sedikit gila, tapi dia cukup penasaran dengan apa yang dikatakan kakeknya.

Setelah diminta untuk berjanji merahasiakan bakatnya, Nick pun akhirnya pulang sambil membawa kado ulang tahun dari kakeknya, sebuah kotak kecil berwarna hitam berisi kunci emas yang merupakan benda milik ibunya.
Di saat Nick mengalungkan kunci emas itu ke lehernya, kamarnya mendadak terasa berputar dan Damian sang penyihir keluar dari pintu lemarinya. Merasa sedang bermimpi, Nick langsung jatuh pingsan sesudahnya.

Nick kemudian terjaga dan mendapati dirinya sedang berada di tempat asing yang dipenuhi dengan buku mantra sihir. Dan Damian ada di sana, mencoba menjelaskan apa yang sedang terjadi. Bahwa ia dan Nick adalah sepupu jauh, dan ibu serta kakek Nick merupakan bagian dari keluarga yang memiliki pohon silsilah yang cukup panjang.

Mereka adalah keturunan penyihir Mesir kuno yang sangat kuat, dan klan keluarga mereka menetap di Rusia, walaupun klan-klan lainnya juga tersebar di seluruh negara di penjuru dunia, yang juga menyembunyikan diri mereka setelah perburuan penyihir marak dilakukan beberapa abad yang lalu.

Sayangnya, klan keluarga mereka yang luar biasa besar itu terpecah-belah saat Rasputin dan seluruh pengikutnya –yang semuanya merupakan kerabat dalam keluarga klan mereka-- tergila-gila dengan kekuasaan dan mencoba menghabisi para kerabat jauh lainnya yang tidak berpihak padanya.

Rasputin dan para pengikutnya kini dikenal sebagai para Penjaga Kegelapan (Shadowkeeper). Sementara Damian dan para kerabat lain yang menentang Rasputin adalah para Penjaga Sihir (Magickeeper), yang tugas utamanya saat ini adalah melindungi benda-benda sihir kuno dari jangkauan Shadowkeeper.
Dan tentu saja Nick yang memiliki bakat sihir yang istimewa (sebagai penerawang masa lalu) menjadi incaran Rasputin dan para Shadowkeeper. Maka mulai hari ini, Nick harus tinggal bersama dengan Damian dan keluarga pihak ibunya, untuk keamanannya.

Esok paginya, Nick menyadari bahwa ia sedang berada di salah satu dari tiga lantai teratas Hotel dan Kasino Winter Palace, tempat Damian dan anggota pertunjukannya tinggal sehari-hari. Nick diajak Damian berkeliling hotel dan mendapat kamar indah yang ditempati ibunya dahulu. Begitu banyak benda-benda indah peninggalan ibunya yang kini menjadi miliknya.

Setelah Damian memperkenalkannya pada semua anggota keluarganya saat sarapan, Nick diharuskan untuk sekolah privat sesudahnya, diajari langsung oleh Theo, adik Damian. Dengan mempelajari kemampuan sihir, Nick diharapkan akan mampu melindungi dirinya sendiri dari Shadowkeeper dan Rasputin.

Maka Nick pun memulai harinya sebagai murid sekolah sihir dengan hati nelangsa. Sekolah! Di liburan musim panas! pikirnya. Yang ia inginkan hanyalah bersenang-senang dan tidur sepuasnya di rumahnya, nonton TV sambil makan sereal manis.
Bukannya duduk di sini mendengar sejarah sihir keluarganya lewat bola kaca ditemani Isabella --sepupu jauh lainnya yang juga mendapat les privat dari Theo-- dan seekor harimau putih raksasa bernama Sascha, peliharaan Isabella.

Tapi, Nick cukup bersemangat saat Damian mengatakan kalau Nick juga akan diajari sihir. Lagipula, sejauh ini sejarah sihir keluarganya ternyata cukup menarik. Dan ia juga memulai pelajaran sihir pertamanya, yaitu menghilangkan landak peliharaannya yang bernama Vladimir dan membuatnya muncul kembali, yang tentu saja masih belum bisa dikuasainya. Nick protes keras karena hanya mendapat landak, bukannya harimau putih.

Tak hanya sekolah, Nick juga diharuskan untuk ikut ambil bagian dalam pertunjukan sihir Damian. Tentu saja, seluruh anggota pertunjukan itu juga adalah para kerabat jauhnya dan semua orang dalam keluarga mereka diharapkan untuk berpartisipasi dalam pertunjukan sulap, karena itulah kedok luar dan mata pencaharian sampingan mereka yang akan menyembunyikan identitas mereka yang sebenarnya dari dunia selain menjalankan tugas mereka sebagai Magickeeper.
Nick jadi bertanya-tanya, kenapa selama ini ia tak pernah bertemu dengan seorangpun kerabatnya jika ia memiliki saudara jauh dan sepupu yang begini banyak.

Maka suka tak suka, Nick harus menguasai semua keahlian yang dibutuhkan dalam pertunjukannya agar ia tidak mencoreng nama baik Damian sebagai pesulap terkenal di mata dunia.
Walaupun ketangkasan menunggang kuda liar dan kemampuan sihir jelas bukan keahlian yang bisa dikuasai dalam waktu dua minggu, jika kau seorang bocah laki-laki biasa yang hidup normal dan cukup-cukupan sampai kemarin.

Bersama dengan Isabella, Nick mulai melewati hari-harinya di Winter Palace. Isabella mencoba menghibur Nick dengan mengenalkan keajaiban sihir dan mengajarinya mantra sihir sederhana.
Tapi ternyata Nick tidak cukup aman berada di antara keluarganya. Shadowkeeper menyelinap masuk ke hotel dan menyerang Nick. Beruntung Nick berhasil selamat tanpa luka. Irina, salah satu sahabat sekaligus sepupu ibunya menjelaskan apa yang diinginkan Shadowkeeper dari Nick, bahwa Nick sebagai garis keturunan langsung dari ibunya yang kuat pastilah memiliki jimat-jimat peninggalan ibunya. Jimat yang akan menunjuk letak lokasi jimat lain.

Nick teringat pada kunci emas ibunya, yang diminta kakeknya untuk dirahasiakan dari siapapun. Apakah kunci emas itu yang diinginkan Rasputin? Tentu saja kunci itu berfungsi untuk membuka sesuatu, tapi apa? Ada rahasia yang disembunyikan ibunya dari semua orang, termasuk ayahnya. Dan Nick memutuskan untuk mencaritahu sebelum para Shadowkeeper mendahuluinya. Dengan menggunakan kemampuannya sebagai penerawang masa lalu, Bisakah Nick menghentikan Rasputin dan rencana jahatnya?

Magickeepers #1 : The Eternal Hourglass - USA Edition Magickeepers #1 : The Eternal Hourglass - USA Edition Magickeepers #1 : The Eternal Hourglass - USA Edition

The Eternal Hourglass adalah salah satu kisah petualangan fantasi yang cukup orisinal dan menarik. Gaya penceritaannya juga bagus dan karakter para tokohnya dikembangkan dengan baik. Plot ceritanya juga lumayan menegangkan dan membuat pembaca terus penasaran hingga akhir buku.

Bicara soal sihir, pastinya akan selalu dibandingkan dengan Harry Potter dan memang itu wajar. Sebagian besar cerita sihir yang ditujukan bagi anak-anak atau young adult sepertinya harus memiliki unsur-unsur cerita seperti anak laki-laki yang mengetahui dirinya bagian dari keluarga sihir, mempelajari sihir dan berpetualang, dan seterusnya.

Walaupun masih belum bisa disandingkan sejajar dengan nama besar Harry Potter, Nick Rostov jelas memiliki potensi untuk menjadi terkenal dan memiliki posisi tersendiri dalam hati para pecinta kisah fantasi petualangan dunia sihir.

Secara keseluruhan, buku pertama ini merupakan awal yang baik. Aku menikmatinya dan cukup menyayangkan betapa singkatnya kisah petualangan Nick atau betapa tipisnya buku ini, karena aku yakin seharusnya masih banyak hal yang bisa dieksplorasi dan dibeberkan pengarang pada pembaca. Walaupun begitu, aku sering kali bertanya-tanya bagaimana caranya Rasputin masih bisa bertahan hidup hingga abad ini. Pembaca dewasa juga akan memperoleh jawaban di balik keahlian Houdini, takdir Anastasia sang Putri Rusia, dan mengapa Rasputin begitu sulit untuk dibunuh.

0 Response(s):

Post a Comment