Rating : ♥♥
Official Site : Alyson Noël
Evermore adalah kisah seorang gadis yang dinamakan Ever Bloom (pemilihan nama yang menggelikan menurutku). Ever yang berusia 16 tahun ini adalah gadis pemurung dan penyendiri yang mampu membaca pikiran, melihat aura orang lain dan mengetahui kisah kehidupan mereka dalam satu sentuhan ringan.
Tentu saja, Ever sama sekali tidak senang dengan kemampuan baru yang ia miliki sejak ia selamat dari kecelakaan mobil yang telah merenggut kematian orang tua dan adik perempuannya. Jadi, dengan bertamengkan sweter bertudung dan iPod, Ever berusaha meredam dan menahan semua gelombang pikiran yang menerjang ke arahnya.
Dan dengan penampilannya yang suram itu, Ever mencoba mengurangi porsi interaksi dengan orang lain sebisanya dan hanya bergaul dengan Haven dan Miles, dua teman yang juga dilabeli anak aneh dan dijauhi orang-orang, sama seperti dirinya.
Dan dengan penampilannya yang suram itu, Ever mencoba mengurangi porsi interaksi dengan orang lain sebisanya dan hanya bergaul dengan Haven dan Miles, dua teman yang juga dilabeli anak aneh dan dijauhi orang-orang, sama seperti dirinya.
Ever menyalahkan dirinya sebagai penyebab kematian orang tua dan adik perempuannya, dan sekeras apa pun usaha Tante Sabine menjadi wali yang baik padanya, Ever tak bisa membuka hatinya pada saudari kembar Ayahnya yang masih lajang itu. Satu-satunya tempat curahan hatinya saat ini adalah Riley, hantu adik perempuannya yang muncul di hadapannya saat Ever pindah ke rumah Sabine.
Sampai kemunculan Damen Auguste mengubah segalanya.
Dengan penampilan lahiriah yang sanggup menawan hati semua wanita dan membuat para pria mundur teratur, dalam waktu singkat Damen menjadi rebutan para wanita di kelas Ever, termasuk Haven yang melarang Ever untuk jatuh cinta pada Damen.Walaupun pada awalnya Ever mati-matian menghindari Damen dan berusaha untuk tidak mengacuhkannya sekali pun pria itu tampaknya selalu beredar di sekitarnya, namun saat melihat rupa Damen untuk pertama kalinya, Ever tak bisa menutupi rasa ketertarikannya pada Damen.
Yang pertama, karena Damen memang luar biasa tampan. Kedua, karena Ever tak bisa membaca pikiran dan melihat aura Damen. Dan hanya orang yang sudah mati yang tidak punya aura. Ketiga, berada di dekat Damen membuat Ever untuk pertama kalinya merasakan keheningan dalam kepalanya (sounds familiar, right? Dicomot dari Sookie Stackhouse kayaknya).
Yang pertama, karena Damen memang luar biasa tampan. Kedua, karena Ever tak bisa membaca pikiran dan melihat aura Damen. Dan hanya orang yang sudah mati yang tidak punya aura. Ketiga, berada di dekat Damen membuat Ever untuk pertama kalinya merasakan keheningan dalam kepalanya (sounds familiar, right? Dicomot dari Sookie Stackhouse kayaknya).
Perlahan, tameng pertahanan Ever yang dibaluti sikap acuh tak acuhnya mulai luruh karena pesona dan usaha pendekatan yang dilancarkan Damen, walaupun ia sudah bertekad untuk menghargai persahabatan dan janjinya dengan Haven untuk tidak jatuh cinta pada pria incaran teman dekatnya itu.
Kelakuan Damen sendiri juga tidak bisa ditebak. Jika hari ini Damen terus menempel di dekatnya sepanjang hari, maka esoknya Damen sudah melancarkan rayuan pada Stacia, gadis cantik yang kerap melecehkan Ever kapan pun dan di mana pun. Di saat lain, Ever menemukannya sedang bersama gadis cantik lain bernama Drina. Kemudian Damen akan kembali berada di sisinya, bersikap seakan-akan Ever adalah kekasihnya. Kelakuan Damen yang panas dingin itu membuat Ever bertanya-tanya apa sebenarnya yang diinginkan Damen? Lalu tampaknya, Damen juga bisa melihat Riley dan hanya meminum cairan merah. Siapa atau apa sebenarnya Damen?
Kelakuan Damen sendiri juga tidak bisa ditebak. Jika hari ini Damen terus menempel di dekatnya sepanjang hari, maka esoknya Damen sudah melancarkan rayuan pada Stacia, gadis cantik yang kerap melecehkan Ever kapan pun dan di mana pun. Di saat lain, Ever menemukannya sedang bersama gadis cantik lain bernama Drina. Kemudian Damen akan kembali berada di sisinya, bersikap seakan-akan Ever adalah kekasihnya. Kelakuan Damen yang panas dingin itu membuat Ever bertanya-tanya apa sebenarnya yang diinginkan Damen? Lalu tampaknya, Damen juga bisa melihat Riley dan hanya meminum cairan merah. Siapa atau apa sebenarnya Damen?
Evermore adalah gabungan dari konsep dasar dalam kisah Twilight, The Great and Terrible Beauty, dan Secrets of the Immortal Nicholas Flamel. Jika Anda sudah pernah membaca ketiganya, maka Anda pasti akan setuju bahwa plot yang ditawarkan Claudia Gray ini sebenarnya bukanlah barang baru.
Formula dasar plot ceritanya sendiri (yang diawali dengan cewek yang pindah ke kota baru dan menarik perhatian cowok terkeren di sekolah) juga sebenarnya sudah basi dan sering dipakai dalam kisah young adult seperti Twilight, Hush Hush, Vampire Diaries, dll. Namun mau tak mau aku harus membandingkan yang satu ini dengan Twilight, terutama jika begitu banyak kemiripan di antara keduanya. Mungkin ada sebagian pembaca atau anti Twilight yang berpendapat kalau chemistry antara Edward dan Bella tidak terasa, maka boleh kubilang untuk urusan chemistry ini, pasangan Twilight masih menang dari pasangan Evermore.
Dalam hal karakter juga, sulit untuk menyukai pasangan Evermore. Damen memang rupawan dan cintanya yang mendalam pada Ever memang patut diacungkan jempol. Tapi, sulit untuk menyukai cowok yang terus-terusan mendorongmu untuk melakukan hal-hal yang buruk walaupun kelihatannya dia peduli padamu. Jika dia memang peduli akan kebahagiaan dan keselamatan dirimu, seharusnya ia melakukan hal sebaliknya, bukan?
Tepat seperti itulah yang dilakukan Damen, membujuk Ever mengabaikan pendidikannya seperti dirinya sekali pun Ever sudah menolak permintaannya. Seakan-akan tindakannya itu dapat dibenarkan, hanya karena ia siap dan sanggup bertanggung jawab atas masa depan Ever. Pasangan yang baik seharusnya menghormati dan menghargai keinginan pasangannya, bukannya malah membatasi dunia pasangannya.
Selain itu, apa sebenarnya kelebihan dalam karakter Damen yang membuat Ever menyukainya? Yang bisa kutangkap dari kisah ini, Damen itu : tampan, arogan, kaya, keren, disukai semua orang, dan cintanya begitu dalam pada Ever. Koreksi aku jika pembaca lainnya menemukan kelebihan lain dalam dirinya.
Yang jelas, aku tak bisa merasakan percikan asmara yang kuat antara Damen dan Ever seperti yang diyakini keduanya, terutama jika Ever hanya bisa memberitahu kita betapa sempurnanya fisik Damen dan Damen juga tidak menjelaskan alasan di balik cinta abadi yang digembar-gemborkannya pada Ever.
Ever sendiri mulai membuatku lumayan sebal dengan ratapan penyesalan dan pengasihanian diri yang tak henti-hentinya. Dari permulaan cerita, kita akan terus dicekoki pengarang dengan informasi betapa Ever membenci kemampuannya dan betapa egoisnya dirinya sehingga menyebabkan kematian keluarganya. Namun tak terpikir olehnya untuk bersikap lebih baik pada Sabine. Apalagi sikap plin-plan, ketidakjujuran dan upayanya membohongi diri sendiri jelas-jelas telah melukai sahabatnya, Haven. Bukannya aku berpihak pada Haven yang tampaknya juga punya masalah kepribadian yang akut.
Sementara itu, tokoh antagonisnya sendiri baru muncul ketika kisah mulai mendekati akhir. Agak sulit dipercaya karena antagonis terus mengulur waktu untuk membunuh Ever padahal tujuan utama si antagonis adalah kematian Ever.
Sebagian besar dari Anda pastinya bisa menebak jika antagonis itu adalah wanita yang cemburu pada Ever. Hebat sekali jika orang yang sedari awalnya sudah siap untuk membunuh Ever tapi masih bisa menahan kecemburuannya hingga detik-detik terakhir, bukannya cepat-cepat membunuh Ever supaya kecemburuannya bisa segera berakhir?
Sebagian besar dari Anda pastinya bisa menebak jika antagonis itu adalah wanita yang cemburu pada Ever. Hebat sekali jika orang yang sedari awalnya sudah siap untuk membunuh Ever tapi masih bisa menahan kecemburuannya hingga detik-detik terakhir, bukannya cepat-cepat membunuh Ever supaya kecemburuannya bisa segera berakhir?
Selain itu, bagaimana mungkin Damen sama sekali tak tahu-menahu kalau antagonis akan menyerang Ever, padahal tanda-tandanya sudah begitu jelas kelihatan?
Tampaknya memang banyak pengarang yang punya ide cerita yang bagus, namun sayangnya mereka tidak bisa meramunya dengan baik dalam buku pertamanya, walaupun biasanya buku kedua dan ketiga dalam seri tersebut akan lebih baik dari pendahulunya.
Sedikit menyesal karena aku sudah terlanjur membeli bukunya hingga nomor dua saat pesta diskon buku.
Tampaknya memang banyak pengarang yang punya ide cerita yang bagus, namun sayangnya mereka tidak bisa meramunya dengan baik dalam buku pertamanya, walaupun biasanya buku kedua dan ketiga dalam seri tersebut akan lebih baik dari pendahulunya.
Sedikit menyesal karena aku sudah terlanjur membeli bukunya hingga nomor dua saat pesta diskon buku.
Alasan aku membeli buku ini karena melihat betapa populernya buku ini di luar sana, well… ternyata terkadang buku yang populer dan disukai oleh semua orang takkan menjamin isinya bagus. Bertanya-tanya, kenapa buku ini bisa populer?
Yang pasti, aku takkan merekomendasikan Anda untuk membaca buku ini kecuali Anda adalah penggemar sejati Twilight atau gadis remaja yang suka dengan kisah yang dibumbui kehadiran cowok tampan misterius yang jatuh cinta dengan cewek biasa. Namun jika Anda tetap ingin membacanya sekali pun Anda tidak termasuk kedua-duanya, bacalah. Siapa tahu Anda akan menyukainya.
Note : Belum punya dan tertarik untuk memiliki buku ini? Kamu bisa membeli buku bekasku ini dengan harga murah di sini, selama persediaan masih ada. :)
Book #2 : Blue Moon
Note : Belum punya dan tertarik untuk memiliki buku ini? Kamu bisa membeli buku bekasku ini dengan harga murah di sini, selama persediaan masih ada. :)
Book #2 : Blue Moon



Immortals #1 : Evermore



2 Stars
























Wah, nice review. Jelas buku ini nggak akan masuk dalam list baca saya. saya bosen ama pemeran gadis utama yang (sok) emo.
ReplyDeleteWalaupun harus saya akui, covernya bagus banget.
setuju dengan komentar Kencana diatas..
ReplyDeletecover buku'a cukup menarik perhatian..
tp dlihat dari cerita'a kyk'a gk masuk daftar bku untuk dkoleksi..
dan saya juga setuju klau kisah'a hampir mirip dgn twilight..