Rating : ♥♥♥♥♥
Official Site : Zizou Corder
London, April 2046. Lee Raven si pencuri kecil sedang sial. Maksud hati hanya ingin mencopet demi sesuap nasi, tapi sama sekali tak menyangka kalau dompet yang dicopetnya itu adalah milik Romana Arteriosy, wanita Rusia terkaya di London. Dan kini wajahnya menghiasi surat kabar!
Karena ingin membuang dompet itu sebelum ia keburu ditangkap petugas keamanan yang sedang berkeliaran mencarinya, ia pun berpura-pura menjadi anak pengantar barang dan melenggang masuk ke rumah mewah seorang pria tua bernama Edward Maggs.
Mr. Maggs adalah seorang penjual buku antik yang sangat piawai menangani buku-buku kuno dan berharga. Dan kebetulan ia sedang menunggu suruhan dari rumah lelang untuk mengambil buku padanya. Pada awalnya ia mengira kalau Lee adalah utusan dari rumah lelang, tapi menilai penampilan Lee yang bak gelandangan itu, ia mulai curiga.
Setelah diinterogasi, Lee berbohong kalau ia hanya ingin berteduh dari hujan. Di saat bersamaan, petugas keamanan yang sempat melihat Lee masuk ke rumah Mr. Maggs mulai curiga dan menanyakan soal Lee pada Mr. Maggs.
Setelah diinterogasi, Lee berbohong kalau ia hanya ingin berteduh dari hujan. Di saat bersamaan, petugas keamanan yang sempat melihat Lee masuk ke rumah Mr. Maggs mulai curiga dan menanyakan soal Lee pada Mr. Maggs.
Untuk sementara Lee dimasukkan ke dalam ruang kerja Mr. Maggs agar dapat ditangani lebih lanjut setelah Mr. Maggs pergi melihat siapa tamunya itu.
Bosan menunggu dalam ruangan yang terkunci dan dipenuhi buku, Lee mulai berkeliling dan perhatiannya tertumbuk pada lemari besi berisi kotak metal-tigrenium. Dan hanya barang-barang berharga yang disimpan dalam tigrenium.
Bosan menunggu dalam ruangan yang terkunci dan dipenuhi buku, Lee mulai berkeliling dan perhatiannya tertumbuk pada lemari besi berisi kotak metal-tigrenium. Dan hanya barang-barang berharga yang disimpan dalam tigrenium.
Tentu saja, Lee membukanya dan menemukan buku berjudul Beano Annual di dalam kotak metal itu. Beano Annual adalah buku anak-anak favoritnya yang sering dibacakan ibunya sejak kecil, sebelum buku itu dibakar oleh ayahnya yang pemarah.
Tiba-tiba terdengar suara orang di balik pintu, Lee pun tersadar dari lamunannya akan kenangan masa kecilnya, dan tanpa sengaja memasukkan Beano ke dalam sakunya.
Tiba-tiba terdengar suara orang di balik pintu, Lee pun tersadar dari lamunannya akan kenangan masa kecilnya, dan tanpa sengaja memasukkan Beano ke dalam sakunya.
Mr. Maggs pun meminta Lee untuk segera angkat kaki dari rumahnya. Untungnya petugas keamanan itu sudah pergi, dan ia pun teringat dengan tujuannya sejak awal : menyingkirkan dompet Arteriosy.
Tapi, yang ada di sakunya malah Beano. Dan dompet itu tertinggal di ruang kerja Mr. Maggs.
Tapi, yang ada di sakunya malah Beano. Dan dompet itu tertinggal di ruang kerja Mr. Maggs.
Betapa cerobohnya ia! Memang Lee memberi nama palsu pada Mr. Maggs, tapi jika Mr. Maggs menemukan dompet itu dan melaporkannya ke pihak yang berwajib, petugas keamanan akan mengetahui deskripsi dirinya dengan jelas dan tamatlah hidupnya. Selain itu, Mr. Maggs akan sadar Beano-nya yang begitu berharga sampai diletakkan dalam tigrenium itu hilang.
Mengutuki kebodohan dirinya, Lee terpaksa memikirkan kemungkinan menyelinap ke dalam rumah Mr. Maggs untuk menukar Beano dengan dompet Arteriosy.
Mengutuki kebodohan dirinya, Lee terpaksa memikirkan kemungkinan menyelinap ke dalam rumah Mr. Maggs untuk menukar Beano dengan dompet Arteriosy.
Sementara itu, Mr. Maggs teringat dengan kedatangan pria asing tadi malam. Pria asing yang bernama Ernesto de Saloman sengaja datang dari Paris untuk meminta Mr. Maggs menyimpankan buku berharganya. Buku itu adalah warisan dari nenek Mr. Saloman, sebuah manuskrip Prancis tua tentang mitos-mitos dan legenda-legenda Mesopotamia.
Dalam surat pengantar yang ditulis oleh nenek Mr. Saloman, buku itu adalah buku yang tak boleh dibaca dan tak bisa dihancurkan. Buku yang membuat pemilik-pemilik sebelumnya, yaitu saudara-saudara nenek Mr. Saloman menjadi gila. Karena itu, Mr. Saloman sebagai generasi penjaga berikutnya sangat mematuhi perintah neneknya untuk tidak membuka buku itu.
Dalam surat pengantar yang ditulis oleh nenek Mr. Saloman, buku itu adalah buku yang tak boleh dibaca dan tak bisa dihancurkan. Buku yang membuat pemilik-pemilik sebelumnya, yaitu saudara-saudara nenek Mr. Saloman menjadi gila. Karena itu, Mr. Saloman sebagai generasi penjaga berikutnya sangat mematuhi perintah neneknya untuk tidak membuka buku itu.
Namun entah untuk alasan apa, Mr. Saloman yakin buku itu bahkan sudah tak aman dalam rumahnya. Buku itu dalam bahaya, karena ada pihak-pihak yang rela melakukan apa pun untuk memilikinya. Mr. Magg sangat keberatan dengan permintaan Mr. Saloman, namun setuju untuk menyimpankan buku itu sampai Mr. Saloman kembali.
Penasaran, Mr. Maggs membuka buku itu dan mendapati buku itu bukanlah manuskrip Prancis tua, melainkan buku harian Shakespeare! Shakespeare tidak punya buku harian, tapi semua hal yang tertera dalam buku itu membuat Mr. Maggs sulit mempercayai kalau buku ini buatan pemalsu.
Karena hari sudah larut, ia terpaksa harus bersabar, sekali pun ia sudah gatal sekali ingin menghubungi ahli tulisan tangan untuk memeriksa umur dan keaslian buku itu. Maka dimasukkanlah buku itu ke dalam tigrenium dan diletakkan di lemari besi dan ia pun bersiap untuk tidur.
Karena hari sudah larut, ia terpaksa harus bersabar, sekali pun ia sudah gatal sekali ingin menghubungi ahli tulisan tangan untuk memeriksa umur dan keaslian buku itu. Maka dimasukkanlah buku itu ke dalam tigrenium dan diletakkan di lemari besi dan ia pun bersiap untuk tidur.
Pembaca, sampai di sini pasti Anda akan bingung sekaligus curiga. Jika lemari besi tempat menyimpan buku harian Shakespeare sama dengan Beano yang dicuri Lee, lantas kok yang ada di hadapan Lee saat itu adalah Beano?
Kembali ke Lee. Anak itu sedang memikirkan apa yang harus dilakukannya. Mungkin ia bisa kembali ke Mr. Maggs dan mengatakan dompetnya ketinggalan lalu menjatuhkan Beano dan kabur. Tapi ia separuh yakin kalau Mr. Maggs sudah menemukan dompet itu dan menelepon polisi. Dan ia juga tidak suka dengan ide menyusup ke rumah mewah yang notabene punya sistem keamanan yang ketat. Mungkin sebaiknya ia kabur.
Di saat itu, Finn saudara laki-lakinya muncul. Dari cerita Finn, Lee mengetahui bahwa ada seorang pria Prancis yang dibunuh tadi malam, pria itu mengunjungi Mr. Maggs sambil membawa koper tigrenium dan keluar tanpa koper itu. Ya, pria itu adalah Mr. Saloman. Walaupun Lee tidak mengenal Mr. Saloman, namun ia sangat yakin kalau Beano yang ada dalam sakunya ini adalah benda yang sama dalam koper tigrenium itu.
Dengan ngeri, Lee menyadari bahwa ia sedang menenteng buku yang diinginkan oleh orang yang takkan segan-segan membunuh siapa pun demi mendapatkannya. Sekarang, tak hanya diburu oleh para pengawal pribadi Arteriosy dan para petugas keamanan, ia juga diburu oleh pembunuh. Tapi, kenapa ada orang yang mau membunuh demi Beano?
Dengan bantuan Finn, Lee segera menyembunyikan dirinya dalam gorong-gorong di bawah jalan. Karena terlalu sibuk menenangkan diri, Lee tidak sempat memberitahu Finn soal Beano yang dicurinya, sekalipun Finn yakin kalau alasan Lee ingin menyembunyikan diri adalah karena Arteriosy.
Di dalam labirin bawah tanah London, Lee menanti kedatangan Finn untuk membawa perbekalan dan peralatan yang dibutuhkan agar bisa bertahan hidup dalam labirin yang bau busuk dan penuh kotoran manusia itu.
Sementara itu, Mr. Maggs kalang kabut saat menyadari buku titipan Mr. Saloman telah dicuri Lee. Ia menelepon polisi, namun tidak ada respon yang bagus dari para polisi karena ia tidak bisa bilang kalau buku itu sangat berharga.
Sementara itu, Mr. Maggs kalang kabut saat menyadari buku titipan Mr. Saloman telah dicuri Lee. Ia menelepon polisi, namun tidak ada respon yang bagus dari para polisi karena ia tidak bisa bilang kalau buku itu sangat berharga.
Dari Janaki, gadis berdarah India yang merupakan anak asuhnya sekaligus asistennya, Mr. Maggs mengetahui nasib Mr. Saloman. Mr. Maggs segera menceritakan soal buku dan Lee pada Janaki. Tak dinyana, dari ciri-ciri yang disebutkan Mr. Maggs padanya, Janaki ternyata sempat melihat Lee barusan, saat Lee sedang memikirkan cara mengembalikan Beano. Mr. Maggs dan Janaki segera meluncur ke TKP dan di sana mereka melaporkan semua yang mereka ketahui soal Lee pada pihak berwajib.
Oke, buat pembaca yang tidak keberatan dengan spoiler, silakan melanjutkan. Namun untuk yang keberatan, sebaiknya Anda berhenti membaca sampai sini.
Sementara itu, Lee yang kebosanan menunggu Finn mulai membaca ulang Beano. Karena Lee disleksia, maka ia hanya bisa melihat gambarnya dan tidak bisa membaca tulisannya. Lalu, secara ajaib ia mulai mendengar suara seseorang yang sedang membacakan tulisan-tulisan yang ada dalam gelembung percakapan. Stres dan kelaparan, Lee menduga ia berhalusinasi. Namun suara itu masih ada, suara itu membacakan Beano padanya. Tenggelam dalam kisah kesayangannya itu, Lee pun tertidur dengan Beano dalam pangkuannya.Saat Lee bangun, betapa herannya ia mendapati buku yang ada dalam pangkuannya itu bukanlah Beano, tapi sebuah buku kecil, tebal, berwarna putih, berkulit anak sapi dan halamannya kosong.
Lee tahu ada sesuatu yang aneh yang sedang terjadi di hadapannya. Sekarang, saat ia memandang halaman kosong itu, terdengar suara dari buku itu. Suara yang sama dengan suara sebelumnya yang menceritakan Beano padanya. Kini suara itu menuturkan kisah Hercules untuk Lee. Sekali lagi, Lee tenggelam dalam kisah petualangan Hercules, sampai ia diinterupsi oleh kedatangan Finn yang membawa perbekalan, peralatan dan berita untuknya.
Finn menyampaikan kabar bahwa polisi sudah mengetahui kalau Lee mencuri buku Mr. Saloman dan Lee tidak perlu kuatir soal Arteriosy, karena mereka hanya ingin Lee kembali ke atas untuk diwawancarai soal pembunuhan itu. Adapun mengenai buku itu, ternyata seorang wanita penulis terkenal bernama Nigella Lurch mengaku bahwa buku itu adalah hadiah yang diberikan Mr. Saloman untuknya, dan Ms. Lurch menawarkan imbalan besar bagi siapa pun yang menemukan buku itu.
Lee tahu kalau pilihan yang logis untuknya saat ini adalah menyerahkan diri ke polisi sehingga ia bisa bebas dari masalah yang rumit ini, ia bisa lepas dari tuduhan membunuh orang. Tapi situasi sudah berubah, kini ia sangat tertarik pada buku itu dan kenapa imbalan besar itu rasanya tidak lagi menarik lagi buatnya? Apa pun itu, sekarang bukan waktu yang tepat untuk menukarkan buku itu dengan uang. Karena itu, ia berbohong pada Finn kalau ia tidak mencuri buku itu.
Seperginya Finn, Lee kembali melanjutkan mendengarkan buku itu menuturkan kisah Hercules. Sambil berbaring, ia meletakkan buku itu di atas dadanya dan kembali meresapi petualangan Hercules. Setelah kisah Hercules selesai dituturkan buku itu, Lee terus berbaring dengan perasaan gembira mengingat-ingat kembali petualangan Hercules.
Lalu, tiba-tiba saja, buku itu berbicara padanya. Lee gembira karena itu artinya kisah lain akan dimulai. Tapi ada yang aneh, seharusnya tidak ada awal cerita yang dimulai dengan batuk kecil. Buku itu pun bertanya padanya, apakah Lee mau cerita yang lain?
Lalu, tiba-tiba saja, buku itu berbicara padanya. Lee gembira karena itu artinya kisah lain akan dimulai. Tapi ada yang aneh, seharusnya tidak ada awal cerita yang dimulai dengan batuk kecil. Buku itu pun bertanya padanya, apakah Lee mau cerita yang lain?
Teringat sewaktu aku membaca bukunya sampai bagian yang ini, aku praktis ternganga dan tak tahan untuk tidak tertawa. Wow, buku yang bisa bercerita…bagi kita yang hidup di jaman modern saat ini, bisa jadi buku yang bercerita itu adalah hasil dari teknologi mutakhir. Dan Lee sendiri juga hidup di tahun 2046, sehingga aku yakin kalau awalnya dia juga merasa buku itu hasil teknologi. Tapi, buku yang bisa bertanya dan menjawab pertanyaanmu, bukankah artinya ada jiwa dalam buku itu?
Jadi teringat dengan Ginny dan buku harian Tom Riddle di Harry Potter. Mungkin pengarang terinspirasi dari itu ya, tapi buku yang disebut Buku Nebo ini adalah buku yang diciptakan beribu-ribu tahun lalu oleh seorang dewa bernama Nebo. Buku istimewa yang dibuat dari tanah liat sisa penciptaan Adam, manusia pertama. Jadi bukan buku setan atau sejenis itu.
Buku ini bisa menceritakan beribu-ribu kisah dan ia selalu memastikan pembacanya akan senang dengan kisah yang dipilihnya. Ia bisa membaca pikiran manusia, mengetahui kisah hidup mereka dan mengetahui apa kisah kesukaan mereka, dan ia juga bisa mengubah bentuknya. Seperti yang dilakukannya saat ia berubah menjadi Beano. Selama 12.000 tahun ini, ia belum pernah berbicara pada satu manusia pun. Kecuali pada Lee.
Buku ini bisa menceritakan beribu-ribu kisah dan ia selalu memastikan pembacanya akan senang dengan kisah yang dipilihnya. Ia bisa membaca pikiran manusia, mengetahui kisah hidup mereka dan mengetahui apa kisah kesukaan mereka, dan ia juga bisa mengubah bentuknya. Seperti yang dilakukannya saat ia berubah menjadi Beano. Selama 12.000 tahun ini, ia belum pernah berbicara pada satu manusia pun. Kecuali pada Lee.
Kembali ke cerita. Buku itu kemudian menceritakan asal-usulnya dan perjalanannya hingga bisa sampai ke tangan Mr. Saloman. Lee yang masih terpana dengan keajaiban yang ada di hadapannya bertanya pada buku itu di manakah ia menyembunyikan otaknya, karena dalam Harry Potter dikatakan, jangan pernah percaya pada apa pun jika kau tak bisa melihat tempat ia menyimpan otaknya. Hahaha. Serius, setiap kali aku mengulang membaca percakapan Lee dan Buku Nebo, aku pasti bakal ngakak terus.
Jadi, sekarang setelah Lee mengetahui apa kelebihan dari buku itu, ia memutuskan untuk tidak mengembalikannya pada siapa pun. Ia akan menjaga buku itu dan melindunginya dari siapa pun yang hendak menyalahgunakan buku itu. Ia tidak butuh imbalan besar itu.
Namun abangnya Billy tidak setuju, karena ia adalah orang yang logis. Sama seperti Lee, ia juga adalah pencuri, jika ia bisa memperoleh uang banyak dengan cara mudah, kenapa tidak? Ia sangat yakin kalau Lee memang menyimpan buku yang sedang dicari-cari semua orang itu. Billy mulai memilah-milah tempat-tempat yang akan digunakan Lee untuk bersembunyi.
Sementara itu, Janaki juga memutuskan untuk mencari Lee. Berhasilkah mereka menemukan Lee? Sebenarnya siapa yang membunuh Mr. Saloman? Bagaimana akhir dari semua ini? Siapakah yang akan menjadi pemilik Buku Nebo pada akhirnya?
Mungkin setelah membaca resensi ini Anda akan berpikir kalau aku sudah membeberkan isi buku ini terlalu banyak. Sama sekali tidak, petualangan Lee yang sesungguhnya belum dimulai. Yaitu saat Buku Nebo direbut darinya dan perjuangannya untuk merebutnya kembali. Lalu perjuangan yang dilakukannya untuk terus mempertahankannya, dan cara membersihkan namanya yang terlanjur tercemar.
Pengembangan karakternya juga sangat bagus dan hidup. Bahkan sedari halaman pertama, aku sudah mulai menyukai karakter Lee. Siapa tokoh antagonisnya seharusnya sudah bisa ditebak Anda. Terkadang aku juga merasa bersimpati pada antagonis, karena sesungguhnya ia hanyalah orang yang kesepian dan haus akan cinta dan pengakuan. Namun caranya itulah yang salah.
Sedangkan ending-nya, hmm…perfect! Sangat bagus. Membuat kita ingin mengulang membacanya dari awal lagi. Sayang buku ini tidak berseri, tapi kurasa memang lebih pas kalau kisahnya selesai dalam satu buku saja. Aku sangat berterima kasih pada Gramedia karena mau menerbitkan buku ini. Satu buku yang sangat pantas dikoleksi bagi Anda yang mencintai buku!
Oh ya, karena ini adalah kisah post-apocalyptic di masa depan, maka ada beberapa bagian yang sangat menarik. Seperti misalnya, karena minyak sudah habis, taksi listrik dikembangkan. Taksi yang bergerak dengan tenaga listrik. Wow, kuharap itu bisa dikembangkan di dunia kita. Haha.
Aku juga ingin membagi satu kutipan yang sangat kusukai kepada Anda. Kutipan ini adalah isi hati Buku Nebo saat ia merenungkan masa depannya. Ia telah mengalami metamorfosis dari tanah liat, papyrus, perkamen, dan menjadi bentuk yang sekarang, buku modern. Di jaman teknologi yang canggih ini, ia bertanya-tanya apakah ia akan berubah menjadi byte atau bit? Apakah ia akan diubah menjadi disc atau pod?
“Apakah aku siap menjadi sekeping teknologi? Kurasa tidak, kurasa manusia masih suka membaca dari halaman-halaman kertas.”
Pernyataan itu langsung membuatku teringat pada iPad dkk.
Wah, kalau Buku Nebo itu benar-benar ada, aku juga sangat ingin memilikinya. Membayangkan sebuah buku yang memahami kesukaanku dan memiliki banyak kisah untuk dibaca. Kisah dalam Buku Nebo tak hanya dongeng atau kisah lama loh, bahkan karya penulis modern seperti Harry Potter, Artemis Fowl, dll juga ada.
“Apakah aku siap menjadi sekeping teknologi? Kurasa tidak, kurasa manusia masih suka membaca dari halaman-halaman kertas.”
Pernyataan itu langsung membuatku teringat pada iPad dkk.
Wah, kalau Buku Nebo itu benar-benar ada, aku juga sangat ingin memilikinya. Membayangkan sebuah buku yang memahami kesukaanku dan memiliki banyak kisah untuk dibaca. Kisah dalam Buku Nebo tak hanya dongeng atau kisah lama loh, bahkan karya penulis modern seperti Harry Potter, Artemis Fowl, dll juga ada.
Bayangkan kalau buku yang kita miliki bisa bicara, seperti apa yang ada dalam pikirannya? ;p
Below are some of my favorite book quotes from The Quote Garden. Just wanna share this to you all. ^^
Except a living man there is nothing more wonderful than a book! A message to us from the dead, - from human souls whom we never saw, who lived perhaps thousands of miles away; and yet these, on those little sheets of paper, speak to us, teach us, comfort us, open their hearts to us as brothers.
Books, like a music, is a medicine for the soul.
The worth of a book is to be measured by what you can carry away from it.
A good book should leave you... slightly exhausted at the end. You live several lives while reading it.
Never judge a book by its movie.



Lee Raven, Boy Thief
5 Stars
























0 Response(s):
Post a Comment