Will Wolfkin #1 : The Last Words of Will Wolfkin

Will Wolfkin #1 : The Last Words of Will Wolfkin - USA EditionBookmark and Share
Author : Steven Knight

Rating : ♥♥♥♥

Wikipedia : Steven Knight

Toby Walsgrove dilahirkan dalam keadaan lumpuh total sejak lahir. Ditinggalkan ibunya sejak lahir, Toby yang tidak punya keluarga ini menghabiskan hidupnya dalam perawatan biarawati di biara Karmelit di London selama 14½ tahun.
Walaupun Toby tidak bisa bergerak dan berbicara, namun ia bisa mendengar dan berpikir. Imajinasinya seliar dan seaktif yang bisa kamu bayangkan.

Satu-satunya sahabat yang menemani Toby melewati hari demi hari dalam hidupnya yang hening dan damai itu hanyalah Shipley, seekor kucing hitam yang selalu menyelinap ke kamarnya saat tidak ada orang lain selain Toby.

Kehidupannya mulai berubah saat ia mengetahui adanya harapan untuk sembuh dari kelumpuhannya. Semuanya berawal dari sepucuk surat yang dibacakan biarawati pengurusnya, Suster Mary. Surat itu berasal dari seorang dokter bernama Felman di Islandia yang mengaku bahwa ia bisa membantu menyembuhkan Toby.
Namun dari hasil pencarian para biarawati di internet, tampaknya surat itu hanyalah tipuan belaka. Tidak ada lembaga atau pun dokter yang bernama Felman di Islandia.

Hati Toby hancur lebur karena ia sudah terlanjur berharap lebih. Ia benar-benar muak dengan hidupnya, tak kuasa membayangkan dirinya harus terpenjara di kursinya seumur hidupnya.
Surat itu telah menimbulkan kerusakan total. Kini hanya keputusasaan yang ada dalam hatinya, tak peduli seperti apa pun cara Suster Mary menghiburnya.

Will Wolfkin #1 : The Last Words of Will Wolfkin - Indonesia EditionLalu pada suatu hari di tengah malam, seorang pengunjung asing menyelusup ke dalam kamarnya. Karena masih tidak bisa tidur, Toby sangat kaget saat melihat pengunjung asing itu mendekatinya dan memanggil namanya. Pengunjung asing itu adalah seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dengan penampilan serba hitam.

Tanpa disangka-sangka olehnya, sebuah pertanyaan terlontar dari mulutnya saat ia merasakan bahunya dicengkeram oleh anak itu. Hei, ia bisa berbicara dan merasakan! Apa yang sedang terjadi? Dan siapa sebenarnya anak itu?

Belum pulih dari kekagetannya atas fakta bahwa ia bisa berbicara dan bergerak, ia mendapati bahwa anak itu adalah Shipley! Walaupun anak itu menolak untuk dipanggil Shipley lagi karena nama aslinya adalah Egil.

Dokter Felman yang adalah kakek Egil, mengutus Egil untuk membawa Toby ke Islandia. Namun untuk tujuan apa, Egil masih menolak untuk menjelaskannya. Ia hanya memberi dua pilihan bagi Toby, sembuh dari kelumpuhannya dan ikut dengannya atau tetap di biara dan kembali lumpuh seumur hidupnya. Toby memilih untuk ikut.
Maka setelah Toby belajar cara menggerakkan otot tubuhnya, ia akhirnya meninggalkan biara bersama Egil.

Dalam perjalanan panjang ke Islandia dengan kapal laut, Toby dan Egil diserang oleh sekelompok camar yang ternyata adalah manusia yang berubah wujud, sama seperti Egil yang bisa berubah wujud menjadi kucing.
Para camar itu adalah suruhan Helva Gullkin, raja sementara kaum Fel yang ingin menghalangi kedatangan Toby ke Langjoskull, sebuah kota kuno yang terkubur di bawah permukaan es Islandia. Tanpa diketahuinya, Toby telah menyetujui untuk ikut dalam perjalanan yang berbahaya.

Setibanya di rumah Dokter Felman di Langjoskull, Toby diajak untuk bertemu dengan saudaranya, seorang gadis Afrika bernama Emma. Tapi bagaimana mungkin ia punya saudara di Afrika?
Ternyata Toby dan Emma adalah keturunan terakhir Raja Agung Will Wolfkin, Raja kaum Fel yang telah memerintah selama lebih dari 2000 tahun. Kaum Fel yang telah menghuni Bumi jauh sebelum manusia muncul itu sesungguhnya adalah penyihir yang diberkahi kemampuan untuk berubah wujud menjadi binatang. Kekuatan sihir bernama Jerlamar dalam diri mereka memungkinkan mereka untuk melakukan itu.

Sebagai ahli waris Raja Will Wolfkin, Toby dan Emma diharapkan dapat menyelamatkan kaum Fel yang hidup menderita di bawah kepemimpinan Helva Gullkin, yaitu dengan cara menggulingkan Helva Gullkin dari singgasananya.
Helva Gullkin sendiri adalah sepupu Raja Will Wolfkin yang mengangkat dirinya menjadi raja sementara secara tidak sah setelah kematian Raja Will Wolfkin 100 tahun yang lalu.
Dalam surat wasiat Raja Will Wolfkin, dikatakan bahwa semua ahli waris yang merasa memiliki hak atas tahta mempunyai kesempatan untuk membuktikan dirinya sebagai penguasa yang terkuat di hadapan seluruh rakyat Fel pada hari yang disebut sebagai Deklarasi Sumpah.

Masalahnya, Toby dan Emma ragu apa yang bisa dilakukan oleh anak kecil dalam pertarungan melawan orang dewasa, sekalipun Dokter Felman mengatakan bahwa Toby dan Emma memiliki kekuatan Jerlamar dan kaum Fel akan melatih kemampuan sihir mereka sehingga mereka punya kesempatan menang pada hari Deklarasi Sumpah. Setelah mempertimbangkan peluang-peluang dan hadiah-hadiah yang akan diterima mereka, Toby dan Emma menyetujui untuk membantu kaum Fel sebisanya.

Aku sangat suka dengan konsep cerita dari kisah ini. Seorang anak laki-laki yang dengan bantuan sihir akhirnya terbebas dari kelumpuhannya dan masuk dalam petualangan yang mendebarkan. Tak hanya diburu sekelompok orang yang bisa berubah wujud menjadi binatang, ia juga masuk ke dalam kota di dalam perut Bumi dan membantu menggulingkan tirani yang merebut haknya sebagai Raja dari kota tersebut. Sangat sarat fantasi dan penuh dengan imajinasi, bukan?

Walaupun begitu, ada satu hal yang kubenci dalam buku ini, satu hal yang membuatku tidak bisa memberikan lima bintang untuk kisah ini. Ending-nya yang parah. Biasanya, sebuah buku yang dipenuhi dengan fantasi sihir dan petualangan selalu diakhiri dengan ending yang minimal cukup memuaskan hingga sangat memuaskan.

Dua halaman terakhir buku ini yang merupakan bagian dari epilognya tidak menjelaskan apa pun, bahkan membuatmu kecewa berat sekaligus kebingungan.
Bahkan banyak pembaca bertanya-tanya, apa sebenarnya yang ada di pikiran pengarang sampai-sampai ia menambahkan dua halaman epilog yang merusak karya fantastisnya? Kesimpulan apa yang diinginkan pengarang untuk kita ambil dari ending-nya yang tak jelas itu?
Apa yang dilakukan oleh editor pengarang ini? Kenapa ia membiarkan Steven Knight menulis ending yang begitu mengecewakan?

Oh
well, kurasa sebaiknya aku berpegangan pada ending yang ingin kupercayai saja. Mengesampingkan ending cerita yang jelek, aku sangat merekomendasikan Anda untuk membaca buku ini.
Btw, sepertinya ada kemungkinan buku ini akan dibuat sekuelnya, apalagi buku ini tergolong baru, diterbitkan tahun 2010. Jadi semoga saja ada sekuelnya, dengan begitu ada penjelasan mengenai ending-nya itu.

0 Response(s):

Post a Comment